Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto, M.Pd : Perempuan Adalah Guru Pertama dan Utama dalam Keluarga



Bagi Giwo Rubianto, sebagai seorang perempuan dirinya merasa perlu membantu memperjuangkan peningkatan hak dan peran perempuan dengan kapasitas yang perlu diberdayakan. “Cita-cita saya meningkatkan perempuan agar lebih maju, mempunyai kapasitas, handal


Di Indonesia, peran perempuan masih dianggap berbeda dengan kaum pria. Padahal, perempuan memiliki peran yang tidak kalah penting dalam pembangunan negara. Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, itulah sebabnya wanita dijuluki sebagai tiang negara. Untuk menjadi tiang negara, perempuan membutuhkan kecerdasan intelektual dan pemahaman agama sehingga wajib menggali serta mengasah kemampuannya untuk berkontribusi dalam pembangunan. Terlebih peran perempuan dalam sebuah keluarga, seperti dikatakan Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto, M.Pd, perempuan merupakan sosok utama dan pertama dalam mendidik anak-anak. Untuk itulah pemberdayaan perempuan di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan.

Bagi Giwo Rubianto, sebagai seorang perempuan dirinya merasa perlu membantu memperjuangkan peningkatan hak dan peran perempuan dengan kapasitas yang perlu diberdayakan. “Cita-cita saya meningkatkan perempuan agar lebih maju, mempunyai kapasitas, handal terhadap segala macam hal terutama ekonomi, dan terutama sebagai guru yang pertama dan utama mendidik anak-anak,” ujar Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) ini.

Perhatian dan komitmen Ibu Giwo terhadap perempuan dan keluarga telah diwujudkan dalam aktivitasnya di berbagai organisasi, diantaranya adalah KOWANI, Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI), Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia (YPWI). Di lingkungan KOWANI, ibu dari empat orang putra ini melihat KOWANI sebagai aset yang dapat menghimpun potensi dan menyalurkan aspirasi serta perjuangan wanita Indonesia di segala dimensi perannya, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Sedangkan kegiatan dalam APPI, Ibu Giwo aktif menjalankan program menurunkan angka kematian ibu melahirkan, dan mengutamakan keselamatan bayi baru lahir dalam seribu hari kehidupan pertamanya.

Anak-anak pun tak luput dari perhatian Giwo Rubianto, hal tersebut dibuktikan dari kegiatannya dalam Komisi Perlindungan Anak Indonesia hingga dipercaya sebagai ketua pada masa jabatan 2004-2007. Menurutnya perlindungan anak terutama mengenai hak-hak anak masih kurang. Seperti hak untuk bermain dan hak mengungkapkan pendapat, masih banyak anak yang tidak bisa mengutarakan keingingan dan pendapatnya kepada orang tua, guru, serta lingkungan. “Akhirnya mereka over kompensasi sehingga berbuat yang tidak diinginkan, berbuat hal negatif, yang bisa merusak,” ungkap istri dari Ir. H. Rubianto Wiyogo.

Selain aktif dalam kegiatan sosial, Ibu Giwo tetap menjalankan karir sebagai pengusaha property. Sebagai Presiden Direktur dan Komisaris PT Bumisatu Group, ia memiliki prinsip tidak hanya selalu mementingkan diri sendiri atau keluarga saja, tapi juga ingin mencerdaskan bangsa. ”Sebagai pengusaha kita harus memberikan juga hasilnya kepada yang lain, bukan hanya untuk kepentingan sendiri, dan itu harus balance”.

0 Komentar


© Copyright 2016 Women for The World. All Rights Reserved.